Image

Platform media sosial Instagram mulai melakukan uji coba menyembunyikan fitur tampilan jumlah likes di sejumlah Negara yaitu,  Kanada, Irlandia, Italia, Jepang, Brasil, Australia, dan Selandia Baru.

Kebijakan baru Instagram ini juga akan diperluas ke Negara lain yang mempunyai jumlah akun banyak.

Menurut Instagram, penghapusan fitur likes ini bertujuan agar pengguna berfokus pada konten dan tidak merisaukan mengenaii berapa banyak jumlah likes yang diterima.

Pada April lalu, media sosial berbagi gambar itu menguji coba penyembunyian jumlah ‘like’ pada di Kanada. Awalnya perubahan ini tentu membuat bingung pengguna, tapi setelah beberapa bulan, pengguna mulai menyukai fitur tersebut. Belakangan Instagram memperluas uji coba menyembunyikan ‘like’ di enam negara lain. sehingga total hadir di tujuh negara yaitu Australia, Brasil, Kanada, Irlandia, Italia, Jepang dan Selandia Baru.

Dilansir dari situs The Verge, Selasa, 23 Juli 2019, dalam sebuah pesan pribadi pengguna Matt Dusenbury mengakui kini dia lebih fokus pada kualitas dari konten yang diposting. Artinya ia menyukai uji coba yang dilakukan Instagram.

Lalu bagaimana nasib Influencer di Indonesia yang menggantungkan bisnisnya pada jumlah likes? Beberapa netizen, menyesalkan kebijakan ini, karena akan mematikan bisnis mereka yang sudah dirintis bertahun-tahun dan mengumpulkan jutaan followers.

Namun, sebagian berpendapat agar fitur ini hanya menjadi opsi saja. Netizen lain justru menyambut baik kebijakan ini. Influencer yang berkualitas dan mempunyai value tinggi tetap akan memperoleh klien dan tidak akan terpengaruh kebijakan ini.

Blog
Membangun Persona di Media Sosial

16, Aug 2019

Merancang Strategi Kampanye

16, Aug 2019

Instagram dan WhatsApp Berganti Nama

16, Aug 2019

Mengapa Media Monitoring Menjadi Penting?

16, Aug 2019

Merancang Konten Instagram

16, Aug 2019